Permasalahan Kesehatan Ibu dan Anak, Lebih Tinggi di Perkotaan

Diantara sebuah negara pasti terjalin suatu hubungan yang saling membantu dan juga membutuhkan. Kerja sama menjadi suatu strategi yang digunakan untuk menjalin hubungan dengan negara lain baik itu secara ekonomi, politik , budaya dan lainnya. Kerja sama pun dapat membantu negara kita sendiri untuk mendapatkan pertolongan dari negara sahabat dan mendorong negara untuk lebih maju lagi. Dalam hal ini kerjasama tersebut secara global dikatakan sebagai sebuah Diplomasi. Diplomasi sendiri diartikan sebagai sebuah hubungan relasi antar bangsa dalam membuat keputusan dimana setiap masing-masing negara selalu ingin mempertahankan dan mengembangkan posisinya dalam konteks global (Djelantik. S.2015:169-170)

Kegiatan diplomasi ini sendiri memiliki tingkatan yang berbeda yaitu Diplomasi Bilateral dan Diplomasi Multilateral. Diplomasi Bilateral yang dijelaskan oleh Kusumohidjojo(1987) bahwa merupakan suatu bentuk kerja sama diantara kedua negara baik yang berdekatan secara geografis,ataupun yang jauh diseberang lautan dengan sasaran utama untuk menciptakan perdamaian dengan memperhatikan kesamaan politik,kebudayaan dan struktur ekonomi. Sedangkan untuk Diplomasi Multilateral merupakan sebuah praktik diplomasi yang melibatkan tiga atau lebih negara, terutama antar negara yang memiliki kepentingan sama dan ingin dicapai bersama (Freeman Jr., 2010).

Dalam pembahasan saat ini , penulis akan membahas mengenai Diplomasi Multilateral yang sudah dilakukan oleh suatu organisasi yang salah satunya terdapat Negara Indonesia sebagai rekan kerja dalam membangun organisasi tersebut. Dalam diplomasi multilateral salah satu hal yang dibahas yaitu mengenai kesehatan anak-anak dan ibu yang ada di dunia termasuk di Indonesia. Di Indonesia sendiri terdapat keluhan kesehatan dan Angka kesakitan ibu.

Pada tahun 2011, persentase ibu yang mengalami keluhan kesehatan selama sebulan terakhir adalah sebesar 32,58 persen, turun menjadi 31,92 persen pada tahun 2012, kemudian turun lagi menjadi 30,90 persen pada tahun 2013. Penurunan ini terjadi juga di daerah perkotaan maupun di daerah perdesaan. Sebaliknya, pada tahun 2012 persentase ibu yang mengalami keluhan kesehatan di daerah perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan di daerah perdesaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IBX58215FC63706E