Permasalahan Kegiatan Vaksin Rubella di dunia oleh WHO dalam menjaga hubungan Diplomasi Multiteral

Permasalahan yang muncul yaitu berupa penyakit rubella yang terus menyebar di Indonesia dan bagaimana organisasi diplomasi multilateral tersebut dapat menyelesaikan masalah rubella diseluruh penjuru dunia dengan dana yang belum tentu sedikit. Rubella sendiri adalah sebuah penyakit campak jerman yang mudah terjadi pada anak-anak dan remaja ditunjukan dengan gejala ruam merah pada bagian tubuhnya. Salah satu penyelesaian dalam pencegahannya yaitu menggunakan sebuah vaksin yang disuntikan pada anak atau ibu hamil tersebut. Bedanya campak dan rubella adalah anak yang mengalami campak seringkali tampak terlihat lebih sakit, yaitu disertai mata merah, batuk, sesak, dan diare

Menurut Data WHO, terdapat 100.000 anak bayi yang lahir di seluruh dunia dengan sindrom ini , dikarenakan terdapat keturunan dari sang orang tua atau ibu yang sebelumnya tidak melakukan suntik vaksin yang complete sehingga banyak muncul kejadian seperti ini. Pada tahun 2015, berdasarkan data dari WHO terdapat 134.200 kematian yang terjadi diseluruh dunia dimana dalam sehari terjadi 367 kematian /15 jam. Angka ini memang sangat menurun setelah sudah dilakukannya imunisasi campak. Karena pada tahun 1980, campak memberikan dampak sekitar 2,6 juta kematian pertahunnya. Di Indonesia tahun 1982 sendiri sudah mulai diselenggarakan imunisasi campak yang dilakukan secara rutin untuk bayi berusia 9 bulan. Sebelumnya sudah terdapat catatan 28.935 kasus campak di Indonesia dan sempat meningkat menjadi 92.105 kasus tahun 1990. Dengan catatan ini di Indonesia sudah pernah kedapatan laporan sekitar 6.890 kasus campak dengan dampak kematian 5 orang.

WHO pada tahun 2011 sudah merekomendasikan kepada semua negara yang belum memasukan vaksin rubella dan sudah harus menggunakan 2 dosis vaksin campak dalam program imunisasi rutin dan seharunya juga menjadikan vaksin rubella ini menjadi imunisasi yang rutin.Pada tahun 2012 yang lalu, telah dilakukan pertemuan kesehantan dunia (World Health Assembly) dalam membentuk The Measles and Rubella Intiative, yang akan menjadi awal mula pemberian vaksin kombinasi MR di berbagai negara didunia termasuk di Indonesia saat ini. Negara lain seperti kamboja, Vietnam dan Myanmar sudah mendahului Indonesia ditahun berurutan 2013,2014,dan 2015. Data ini memperjelas bahwa program kampanye imunisasi MR bukanlah program yang tiba-tiba , karena sudah menjadi suatu kewajaran untuk dilakukan dinegara-negara lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IBX58215FC63706E